Ringkasan Materi Mata Kuliah Kecakapan Antar Personal dan Etika

 1. Mengenali Kepribadian Diri Sendiri

Pada pertemuan pertama, saya diminta untuk mengikuti tes kepribadian atau istilahnya tes mbti di 16personalities.com , disana kita diminta untuk mengisi beberapa pertanyaan. Gak beberapa sih, lumayan banyak pertanya yang harus kita isi di situ. Pertanyaannya banyak menanyakan mengenai tentang perasaan kita, gimana cara berpikir kita dan masih banyak lagi. 

Setelah mengisi beberapa pertanyaan saya mendapatkan hasil tes kepribadian ESFP-T atau Penghibur. Di situ di jelasin katanya seorang entertainer (ESFP) adalah seorang yang berkepribadian ekstrovert, observant, feeling, dan prospecting. Orang-orang ini menyukai pengalaman yang hidup, terlibat dalam hidup dengan penuh semangat, dan senang menemukan hal-hal yang tidak diketahui. Mereka bisa sangat sosial, sering mendorong orang lain untuk melakukan kegiatan bersama. Adapun kelemahan dan kelebihan dari tipe kepribadian ini yaitu: 

Kelebihan

  • Tebal
  • Orisinil
  • Estetika dan pertunjukan
  • Praktis
  • Observant
  • Keterampilan orang luar biasa

Kelemahan

  • Sensitif
  • Menolak konflik
  • Mudah bosan
  • Perencana jangka panjang yang buruk
  • Tidak fokus
Dari penjelasan tes kepribadian yang saya dapat saya merasa rada relate sama diri saya. 

2. Manajemen Konflik 

Di pertemuan ke - 2 , kita bareng - bareng disuruh masuk link ini azwaribrahim.com/manajemen-konflik-dalam-kecakapan-antar-personal-dan-etika/ . Di link ini tuh materi yang mau kita pelajari. Kita disuruh baca dan pahami materi ini oleh dosen kita. 
Di mateti ini ngebahas tentang manajemen konflik. Kita pelajari materi ini dari pengertian manajemen konflik itu sendiri. 

Pertama kita belajar pengertian dari manajemen. Disitu manajemen dibagi menjadi empat poin penting. Yaitu ada upaya, faktor sumber daya dan tujuan spesifik. Nah dari 4 poin itu kita bisa ambil kesimpulan bahwa manajemen adalah upaya seseorang mengatur sumber daya untukmu tujuan tertentu. 

Kedua kita belajar pengertian dari konflik. Konflik juga dibagi menjadi empat poin yaitu kondisi, ada "antara", sifatnya dinamis, menimbulkan akibat.

Nah setelah kita belajar pengertian dari manajemen dan konflik. Kita bisa tahu pengertian dari manajemen konflik yaitu upaya seseorang atau lebih dengan melakukan pengaturan terhadap sumberdaya yang ada untuk konflik menjadi manfaat. Manajemen konflik juga di bagi menjadi beberapa point. Yaitu upaya, aktor, objek (konflik), sumber daya, tunjuan. 

Jenis-jenis konflik

1. Konflik antar individu
2. Konflik antar kelompok
3. Konflik kelompok dengan individu
4. Konflik suku, agama, ras
5. Konflik sosial - nasional
6. Konflik internasional

Tingkatan konflik dalam manajemen konflik

  1. Nanti klaten atau masih belum nampak ke permukaan
  2. Konflik yang mendahului
  3. Konflik yang dapat diamati
  4. Konflik terlihat secara terwujud dalam perilaku
  5. Penyelesaian atau tekanan konflik
  6. Akibat penyelesaian konflik
Cara orang menerima konflik 

tentang bagaimana orang bersikap dalam menghadapi konflik disebut dengan gaya manajemen konflik. Menurut teori grid yang disampaikan Keneth W Thomas dan Ralph W Kilman membagi manajemen publik dari 2 sesi.
Pertama disebut dengan memuaskan orang lain atau kooperatif sisi lainnya disebut dengan memuaskan diri sendiri atau assettif. 
Kedua sisi ini dikembangkan menjadi mau beli manajemen konflik yaitu
1. Kompetisi
2. Kolaborasi
3. Kompromi
4. Menghindar
5. Mengakomodasi

Cara orang menyelesaikan konflik

  • Lumping it, penyelesaian pertama ini terjadi ketika salah satu pihak konflik telah gagal melakukan tuntutan, keduanya lalu seolah melupakan atau mengabaikan konflik yang terjadi dan melakukan hubungan yang baik kembali.
  • Avoidance or Exit, konflik ditinggalkan begitu saja karena salah satu pihak atau keduanya merasa tidak memiliki kekuatan atau upaya lain untuk memenangkan konflik
  • Coersion, penyelesaian konflik yang satu ini mengutamakan kepentingan orang atau kelompok lain ketimbang dirinya sendiri.
  • Negotiations, antara pihak ber konflik akan mengadakan negosiasi secara langsung tanpa melibatkan pihak ketiga hasil yang didapat pada penyelesaian konflik dengan cara negosiasi biasanya adalah win-win solution atau solusi yang memenangkan keduanya.
  • Conciliation, penyelesaian konflik ini didasarkan dari pihak lain yang peduli terhadap konflik merasa ingin menyelesaikan konflik yang terjadi di antara pihakyang berkonflik dengan mengajak mereka melihat konflik bersama untuk menyelesaikannya.
  • Mediation, pihak ketiga memiliki kuasa untuk melakukan intervensi atau memengaruhi pihak yang berkonflik untuk melakukan penyelesaian. Hasil dari penyelesaiannya yang diterima oleh kedua belah pihak disebut arbitrase.

3. Penyelesaian Masalah 


Di pertemuan ketiga kita mempelajari materi tentang masalah. Mulai dari pengertian masalah.

Secara singkat masalah bisa disebut, sebagai: 

  • Sesuatu yang membutuhkan solusi;

  • Sesuatu yang jika dibiarkan maka bisa mengganggu keberlangsungan sesuatu;

  • Sesuatu yang jika dipikirkan tanpa ada solusi, bisa bikin stress sampai bunuh diri;

  • Sesuatu yang pasti ada solusinya walaupun tidak begitu mengenakkan.
Jenis - jenis masalah 

Pertama tentang masalah yang sederhana. Jenis masalah yang satu ini terbilang mudah untuk diselesaikan karena tidak banyak orang atau sesuatu yang terlibat. 

Kedua tentang masalah yang rumit. Jenis masalah yang satu ini biasanya terjadi karena memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. 

Langkah menyelesaikan masalah dengan 3M

  1. Mengidentifikasi masalah dengan menguraikannya
  2. Mengumpulkan alternatif penyelesaian masalah
  3. Memilih alternatif dan melakukan evaluasi
Langkah menyelesaikan masalah dengan BTS

  • Berdiskusi
  • Terbuka
  • Sepakat
Hambatan Penyelesaian Masalah

  • Sesuatu yang datang tanpa dikehendaki
  • Menyebabkan kesulitan dalam melakukan proses
  • Harus dihilangkan jika proses ingin terus berjalan

4. Motivasi 

Pada pertemuan keempat membahas atau mempelajari materi tentang motivasi. 

Apa sih motivasi itu? 

Motivasi adalah lilin atau pelita yang tetap bercahaya ketika lingkungan sekitar menjadi gelap. Motivasi adalah harapan, ia bisa membangkitkan kehidupan meskipun logika mengatakan ia tidak mampu. Seseorang yang memiliki motivasi, tentu memiliki arah dalam hidupnya. 

Jenis motivasi 

Motivasi intrinsik > dorongan yang berasal dari dalam > dorongan dari hati dan perasaan.

Motivasi ekstrinsik > dorongan yang berasal dari luar > dorongan dari lingkungan kerja.

Teori - Teori Motivasi 

Teori Maslow (Kebutuhan)

Dari teori ini kita belajar bahwa seseorang akan melakukan sesuatu ketika ia merasa membutuhkan sesuatu. Setiap kebutuhan akan ia kejar lalu ia dapatkan.

Teori Harapan

Teori ini berasal dari dorongan seseorang terhadap harapan-harapan yang dirasa akan membuat seseorang tersebut puas. 

Teori prestasi

Tidak jauh berbeda dengan teori-teori sebelumnya. Teori prestasi ini mengatakan bahwa seseorang bisa terdorong melakukan sesuatu karena akan mendapatkan prestasi.

Fungsi Motivasi 

  • Untuk menentukan arah langkah
  • Untuk memutuskan sesuatu
  • Untuk memilih sesuatu
  • Untuk tetap semangat ketika melakukan sesuatu
  • Untuk mendapatkan sesuatu

5. Kepemimpinan 

Materi kelima mengenai tentang kepemimpinan.

Kepemimpinan adalah sebuah kekuatan atau kemampuan yang ada di dalam diri seseorang. Sikap kepemimpinan tersebut digunakan ketika memimpin.

Salah satu pengaruh yang ditimbulkan dati sikap kepemimpinan tersebut adalah dapat mempengaruhi seseorang.

Aspek Penting Kepemimpinan

Aspek penting di dalam sebuah kepemimpinan tercantum di dalam buku yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia (2009). Buku tersebut karya dari Edy Sutrisno. Dijelaskan bahwa kepemimpinan memiliki tiga aspek penting, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Seorang pemimpin harus melibatkan orang lain
  • Kepemimpinan mencakup distribusi kekuasaan
  • Kepemimpinan sebagai kemampuan dalam menggunakan kekuasaan

Teori Kepemimpinan

  • Great Man Theory

Great Man Theory yang dikenal sebagai teori orang hebat ini berkembang sejak abad ke-19. Teori ini membuat asumsi mengenai sifat kepemimpinan dan bakat kepemimpinan. Teori ini menyebutkan bahwa hal-hal tersebut dibawa seseorang sejak orang itu dilahirkan.

  • Teori gaya dan perilaku

Teori kepemimpinan berdasarkan gaya dan perilaku ini disebut sebagai kebalikan dari teori orang hebat atau great man theory. Teori berdasarkan gaya dan perilaku ini menyatakan bahwa pemimpin yang hebat itu dibuat. Teori ini menjelaskan bahwa pemimpin yang hebat itu bukan berasal sejak mereka dilahirkan.
  • Trait Theory

Trait Theory juga sering disebut sebagai teori sifat kepribadian. Teori ini meyakini bahwa seseorang yang dilahirkan atau dilatih menggunakan sebuah kepribadian tertentu, maka mereka akan menjadi unggul dalam peran kepemimpinannya.
Teori kepemimpinan ini memfokuskan pada analisis karakteristik fisik, mental dan sosial. Gunanya adalah untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengetahuan serta pemahaman mengenai karakteristik dan kombinasi karakteristik yang umum di antara pemimpin-pemimpin.

  • Behavioral Theories

Teori kepemimpinan behavioral theories ini adalah reaksi dari trait theory. Behavioral theories atau teori perilaku ini menghadirkan sudut pandang yang baru mengenai kepemimpinan. Daripada karakteristik fisik, mental dan sosial dari seorang pemimpin, teori ini memberikan perhatian pada perilaku para pemimpin itu sendiri.

  • Contingency Theory

Contingency theory menganggap bahwa tidak ada acara yang paling baik untuk menyatakan dan memimpin. Teori ini menganggap bahwa setiap gaya kepemimpinan harus didasarkan pada kondisi dan situasi tertentu. Atas dasar teori kontingensi ini, seseorang akan mungkin dapat berhasil tampil dan memimpin, dengan sangat efektif pada situasi, kondisi dan tempat tertentu.

  • Teori Servant

Teori kepemimpinan selanjutnya adalah teori servant. Dalam bahasa Indonesia, disebut sebagai pelayan. Teori ini pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1970 an. Teori ini meyakini bahwa seorang pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat bertugas melayani, menjaga serta memelihara kesejahteraan fisik dan mental para anggota atau pengikutnya.

  • Teori transaksional

Transaksional berasal dari kata dasar transaksi. Teori ini menggambarkan sebuah gaya kepemimpinan yang berdasar pada perjanjian atau kesepakatan. Perjanjian atau kesepakatan tersebut dibuat seseorang dengan orang lain.

  • Teori transformasional

Teori ini mengacu pada kata transformasi, kata tersebut memiliki arti umum perubahan. Teori kepemimpinan transformasional adalah sebuah teori yang mengarahkan pada istilah “memanusiakan manusia”. Teori ini mengedepankan pendekatan personal pemimpin dengan bawahannya atau organisasi.

6. Komunikasi 

Komunikasi berasal dari bahasa  latin communicare atau communis yang memiliki definisi menjadikan milik bersama. Artinya seseorang berupaya melakukan atau menyampaikan sesuatu agar orang lain menjadikan apa yang jadi milik kita, menjadi miliknya juga.

Singkatnya komunikasi versi latin ini berarti menyampaikan sesuatu agar orang lain juga mengerti apa yang disampaikan.
Beda dengan latin, kita bisa mengartikan komunikasi sebagai proses di antara satu atau lebih orang di mana mereka akan saling bertukar informasi agar tetap terhubung.

Jenis komunikasi

Komunikasi verbal dengan kata-kata

Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;

  • Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). 
  • Racing (kecepatan)
  • Intonasi suara
  • Humor
  • Singkat dan jelas. 
  • Timing (waktu yang tepat) 

Komunikasi Non Verbal

Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal.

Yang termasuk komunikasi non verbal :

  • Ekspresi wajah
  • Kontak mata,
  • Sentuhan
  • Gestur tubuh dan gaya berjalan.
  • Sound (Suara).
  • Gerak isyarat
Bentuk Komunikasi


Bentuk Komunikasi berdasarkan

Komunikasi langsung

Komunikasi langsung tanpa menggunakan alat. Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat, misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang di hadapan kita.

Komunikasi tidak langsung

Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dll.

Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :

  • Komunikasi masa
  • Komunikasi kelompok
  • Komunikasi perorangan.

Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :

  • Komunikasi satu arah
Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.

  • Komunikasi timbal balik
Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik.

7. Kerjasama Tim 

Kerjasana Tim Adalah kemampuan pribadi dalam menerima, memutuskan, merelakan, atau memberikan pikiran, waktu dan tenaga kita untuk bekerja bersama dengan tim atau kelompok. Tujuannya adalah terpenuhinya tujuan bersama. 

Cara membangun Kerjasama Tim yang baik 
  • Pemimpin Kelompok yang paham Tujuan 
  • Waktu Menyenangkan bersama 
  • Upgrade kemampuan bersama 
Manfaat kerjasama tim bagi perusahaan
  1. Memunculkan Ide atau gagasan baru dan bervariasi,
  2. Perbedaan menciptakan inovasi bagi perusahaan
  3. Tujuan lebih cepat dan tepat tercapai
  4. Produktivitas meningkat

8. Etika profesi

Adalah sekumpulan panduan atau aturan dalam melakukan sesuatu agar profesionalitas dalam bekerja tetap terlaksana.

Etika profesi dicipatkan untuk menciptakan suasana bekerja yang nyaman dan aman bagi pekerja dan orang lain dalam lingkungan kerja. 

Prinsip etika profesi
  • Kejujuran
  • Kepercayaan
  • Kesetiaan
  • Sikap menghargai orang lain
  • Taat terhadap hukum
  • Berperilaku baik
  • Menghindari hal-hal yang dapat membahayakan orang lain, serta
  • Memiliki akuntabilitas yang baik
Manfaat etika profesi
  • Untuk Publik
Berbagai profesi yang ada tentu tak lepas dari tujuan “memberikan pelayanan terbaik kepada publik”.
  • Untuk Klien
Setiap aspek dalam kehidupan ini tentu saling berkaitan.

Klien dan pihak lain akan dapat berinteraksi dengan tenang dan merasa aman dengan adanya etika profesi yang selalu dipegang teguh.

  • Untuk Anggota
Setiap orang dalam suatu profesi akan merasa nyaman dalam bertindak karena adanya etika profesi dan kode etik.

Aturan yang ada dapat digunakan oleh anggota profesi sebagai landasan dalam bertindak dan mengambil keputusan.

 9. Manajemen Waktu

Manajemen Waktu yaitu suatu bentuk perencanaan, mengorganisir, menggerakkan, dan pengawasan, terhadap produktivitas waktu. Waktu ini juga merupakan salah satu sumber daya yang harus dapat dikelola dengan baik agar individu atau suatu organisasi bisa mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Prinsip Manajemen Waktu

  • Mengembangkan suatu kepekaan pribadi terhadap waktu.
  • Mengidentifikasi suatu tujuan jangka panjang.
  • Buat rencana pada jangka menengah.
  • Rencana Harian.
  • Buat pemanfaatan yang terbaik bagi waktu terbaik anda.
  • Organisir suatu tugas kantor.
  • Menata suatu rapat.
  • Mendelegasikan secara efektif.
  • Buatlah suatu komitmen terhadap waktu.
  • Menjaga kesehatan Anda.
Sifat Waktu

  • Hal yang tidak dapat diulangi.
  • Hal yang tidak bisa dijalankan sesuai dengan keinginan diri sendiri.
  • Sesuatu yang tidak bisa diperlambat atau juga dipercepat.

Kelebihan Manajemen Waktu

  • Mencapai suatu Produktivitas dan Efisiensi yang lebih besar.
  • Memiliki suatu reputasi professional yang lebih baik.
  • Tekanan atau Stress juga akan berkurang.
  • Meningkatkan suatu peluang dalam mencapai kesuksesan.
  • Memiliki keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Kesempatan karir yang jauh lebih baik.

Dampak Manajemen Waktu Yang Buruk

  • Melewati suatu batas waktu yang ditentukan (deadlines).
  • Work flow atau juga alur kerja yang kurang efisien.
  • Kualitas kerja yang menjadi buruk.
  • Memiliki suatu reputasi profesional yang negatif.
  • Meningkatkan stress atau tekanan kerja dalam kehidupan sehari-hari.
  • Ketidakseimbangan kehidupan yang akan terjadi.
  • Kesempatan karir yang stagnan atau mungkin juga akan menurun.

Cara Manajemen Waktu Yang Baik

1. Membuat daftar agenda
2. Mengatur prioritas utama
3. Belajar mengenali waktu produktif
4. Jangan menunda-nunda waktu
5. Fokus terhadap apa yang telah menjadi prioritas dan daftar agenda
6. Abaikan gangguan yang ada sekitar

Tips manajemen waktu

  • Memiliki suatu tujuan yang jelas.
  • Membuat suatu skala prioritas.
  • Berani mengatakan tidak ketika akan mendapatkan tugas yang tidak prioritas.
  • Jangan menunda suatu pekerjaan.
  • Mendelegasikan suatu tugas dan jaga kesehatan.

10. Persiapan Kerja, Intetview, dll

Persiapan diri sebelum bekerja

  • Ikut internship atau magang
Untuk mendapatkan pengalaman langsung kerja itu seperti apa, mengenal budaya kerja, etos kerja, kode etik dan lain-lain.

  • Rajin ikut organisasi
Seringkali organisasi akan membentuk kepribadian bekerja kita menjadi lebih baik. beberapa hal yang dibentuk adalah soal motivasi, komunikasi, kepemimpinan, kerjasama tim dan lain-lain

  • Rajin ikut karir ekspo
Kesempatan bertemu dengan orang perusahaan secara langsung, ini bisa jadi ajang kenalan untuk orang dalemnya perusahaan.

  • Mengasah skill dan tingkat percaya diri.
Bisa ikut wawancara atau panggilan kerja di tempat mana pun untuk mengasah skill. Bisa jadi kamu akan dapat pengalaman dari situ, terus kamu juga bisa dapat informasi lain tentang pekerjaan dari teman-teman pelamar lain

  • Berusaha dan berdoa

11. Antisipasi Kegagalan 

sikap yang harus kita miliki di antara lain adalah sebagai berikut :

  • Opitimis yakin sama Allah
  • Istiqomah dengan Ikhtiar
  • Tawakal
  • Ikhlas
Sumber : azwaribrahim.com

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Diri Sendiri

Masih Bingung Cari Tempat Makan? Bingung juga mau nongki dimana? - D'bull Food Court Solusinya